banner here

Jalur Kereta Api Hijaz, Sisa Kejayaan Kesultanan Turki Usmani

advertise here
Jalur Kereta Api Hijaz, Sisa Kejayaan Kesultanan Turki Usmani
Jalur Kereta Api Hijaz, Sisa Kejayaan Kesultanan Turki Usmani

Jalur kereta api Hijaz membentang dari Damaskus ke Madinah, jalur kereta ini adalah salah satu sarana transportasi utama pada masa kekuasaan kesultanan Ottoman Turki. Jalur kereta api ini dibangun pada tahun 1900 atas perintah dari Sultan Ottoman Turki Abdul Hamid II.

Jalur kereta ini dibangun untuk mempermudah orang-orang yang akan berangkat haji ke Mekah, sekaligus berfungsi sebagai kontrolisasi daerah-daerah yang masuk kedalam kekuasaan kesultanan Turki.

Dikutip dari laman amusingplanet.com, ketika jalur kereta api ini diresmikan pada tahun 1908, perjalanan darat ke Mekah yang sebelumnya ditempuh selama dua bulan, dengan jalur kereta ini bisa ditempuh hanya dengan empat hari saja dan dengan biaya murah.

Ribuan jamaah haji dari Rusia, Asia Tengah, Iran dan Irak memadati Damaskus untuk naik kereta api ini. Pada tahun 1912 kereta api itu mengangkut 30.000 jamaah haji, pada tahun 1914 semakin bertambah dan membengkak menjadi 300.000 jamaah.

Jalur Kereta Api Hijaz, Sisa Kejayaan Kesultanan Turki Usmani
Jalur Kereta Api Hijaz, Sisa Kejayaan Kesultanan Turki Usmani

Pada Perang Dunia I terjadi, jalur kereta ini mengalami kerusakan akibat sabotase agen Inggris yang dikenal sebagai Lawrence of Arabia, selain karena kerusakan akibat revolusi Arab pada saat itu.

Setelah Perang Dunia I hingga tahun 1971, ada usaha-usaha untuk memperbaiki kembali jalur kereta api ini, namun terhenti karena memerlukan biaya yang cukup mahal yang pada saat itu pula dunia penerbangan mulai tumbuh dan dinilai menggunakan pesawat udara lebih ekonomis.

Saat ini, jalur kereta api Hijaz hanya tinggal sisa-sisa bangunan stasiun, bengkel, rongsokan gerbong kereta, menara dan pompa air serta benteng-benteng yang dibangun pada masa pemerintahan Turki Usmaniyah. Dan bagian besar rongsokan kereta api ini dibiarkan begitu saja di tengah padang pasir hingga ditumbuhi semak belukar.

Jalur Kereta Api Hijaz, Sisa Kejayaan Kesultanan Turki Usmani
Jalur Kereta Api Hijaz, Sisa Kejayaan Kesultanan Turki Usmani

Hanya pada jalur Damaskus-Amman yang masih digunakan untuk kepentingan wisata dan transportasi terbatas. Selebihnya terutama di daerah Syria dan Yordania, bangunan bangunan tersebut dijadikan Museum. Sementara Stasiun Madinah, oleh pemerintah Arab Saudi dijadikan Museum yang terletak di jalan keluar kota Madinah menuju Mekkah melalui Bir Ali atau Dzulkhulaifah yang digunakan sebagai patokan (miqat) untuk niat melaksanakan Ibadah haji.

Jalur Kereta Api Hijaz, Sisa Kejayaan Kesultanan Turki Usmani
Jalur Kereta Api Hijaz, Sisa Kejayaan Kesultanan Turki Usmani


Jalur Kereta Api Hijaz, Sisa Kejayaan Kesultanan Turki Usmani
Jalur Kereta Api Hijaz, Sisa Kejayaan Kesultanan Turki Usmani


Jalur Kereta Api Hijaz, Sisa Kejayaan Kesultanan Turki Usmani
Jalur Kereta Api Hijaz, Sisa Kejayaan Kesultanan Turki Usmani


Jalur Kereta Api Hijaz, Sisa Kejayaan Kesultanan Turki Usmani
Jalur Kereta Api Hijaz, Sisa Kejayaan Kesultanan Turki Usmani


Jalur Kereta Api Hijaz, Sisa Kejayaan Kesultanan Turki Usmani
Jalur Kereta Api Hijaz, Sisa Kejayaan Kesultanan Turki Usmani

Pembangunan jalur Kereta Api hijaz. 1906.

Pembangunan atap stasiun My'azzam, oleh Turki Ottoman diambil pada tahun 1908.